Mekkah

Keutamaan Kota Suci Makkah


Kota Makkah yang merupakan kota paling dicintai Allah dan Rasul-Nya, memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri. Di dalamnya juga terdapat tempat-tempat bersejarah yang dimuliakan Allah, semisal; Ka’bah, Masjidil Haram, Air Zam zam, Hajar Aswad, Multazam, dan lainnya. Selain itu, ada juga beberapa peninggalan yang menjadi saksi sejarah kejayaan Islam dan kaum muslimin. Dengan mengenal keistimewaan tempat-tempat tersebut, diharapkan dapat mempertebal keyakinan dan menambah keimanan kita. Berikut ini keutamaan Kota Makkah:

1. Sebagai Bumi Terbaik

Allah telah menetapkan bahwa Makkah adalah bumi terbaik dan tempat yang sangat dicintai Rasulullah. Namun karena tekanan kafir Quraisy—sebelum akhirnya Islam memperoleh kejayaan—terpaksa Rasulullah meninggalkan bumi yang dicintainya itu. Rasulullah saw ketika berdiri di Hazwarah bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekkah) adalah sebaik-baik bumi Allah dan bumi yang paling dicintai Allah. Andaikata aku tidak diusir darimu, maka aku tidak akan pernah keluar meninggalkanmu.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

2. Allah Menjadikan Makkah Sebagai Tanah Haram (Kota Suci)

Maksud dari Tanah Haram adalah Allah telah melarang seseorang untuk mengusir hewan buruannya, mencabuti tumbuh-tumbuhannya dan mengambil barang temuannya. Pada saat penaklukan Kota Makkah Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya negeri ini telah Allah haramkan pada saat diciptakan langit dan bumi. Maka, dia haram dengan keharaman Allah hingga hari Kiamat. Tidak boleh dicabut durinya, tidak boleh diusir binatang buruannya, tidak boleh diambil barang temuannya kecuali dia bermaksud untuk mengumumkannya.” (HR. Ibnu Majah)

Ikrimah ra berkata, “Yang dimaksud dengan tidak boleh diusir binatang buruannya adalah jangan sampai seseorang mengusirnya dari tempat binatang itu bernaung. Kemudian dia sendiri yang duduk di tempat naungan itu.”

3. Digelari Allah Sebagai Ummul Qura (Ibu Kota)

Betapa mulianya kota ini, sehingga Allah menuturkannya dalam Al-Qur`an dan menggelarinya sebagai Ummul Qura (Ibu Kota). Allah swt berfirman,

“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya (Asy-Syura: 7)

Dalam menafsiri ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan, “Makkah dinamakan dengan Ummul Qura karena ia merupakan negeri yang paling mulia dibandingkan negeri lainnya. Setiap negeri menjadi pengikutnya dan menjadi cabangnya.”

4. Aman dari Dajjal

Sebagaimana diketahui bahwa pada Hari Akhir nanti, Dajjal akan muncul dan membuat kerusakan di tengah masyarakat. Banyak orang yang sebelumnya beriman akhirnya menjadi kufur karena terpedaya oleh tipu rayu Dajjal, terlebih lagi bagi mereka yang imannya tipis maupun tidak beriman sama sekali, akan menjadi bala tentara Dajjal. Namun—atas kehendak Allah—Dajjal tidak akan mampu memasuki Kota Makkah dan Madinah yang merupakan kota yang dimuliakan Allah. Dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada satu negeri pun kecuali dia akan diinjak tanahnya oleh Dajjal kecuali Mekah dan Madinah. Sebab, tidak ada satu celah pun di celah-celahnya kecuali di sana ada malaikat yang berbaris menjaganya.” (HR. Al-Bukhari)

5. Dilarang Berniat Buruk di Tanah Haram

Sebagaimana perbuatan baik di Tanah Haram akan dilipatgandakan pahalanya, maka perbuatan buruk Tanah Haram akan dilipatgandakan siksanya. Dan bukan hanya perbuatan buruk, berniat untuk melakukan perbuatan buruk pun dilarang. Allah saw berfirman, “Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara lalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.“ (Al-Hajj: 25)

Seorang ulama berkata, “Perbuatan buruk yang dilakukan di Tanah Haram lebih besar dosanya daripada perbuatan buruk yang dilakukan di selain tempat tersebut.”

6. Tempat yang Mustajab

Allah menjadikan waktu-waktu tertentu, dimana pada waktu tersebut doa akan dikabulkan Allah, semisal sepertiga malam terakhir, hari Jum’at, hari Arafah, dsb. Begitu pula Allah menjadikan tempat-tempat tertentu, dimana tempat tersebut doa yang dipanjatkan akan dikabulkan Allah.

Tempat yang dimaksud adalah Tanah Haram Makkah, dimana para jamaah haji dan umroh yang menjadi tamu Allah akan dikabulkan doanya oleh Allah, sebagaimana sabda Nabi saw, “Para jamaah haji dan umroh adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengabulkan (permintaan mereka), dan jika mereka beristighfar niscaya Dia akan memberikan ampunan kepada mereka.” (HR. An-Nasa`i)

7. Tempat yang Dirindukan Setiap Orang

Ketika seseorang pergi ke tempat tertentu berkali-kali, tentunya dia akan merasa bosan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi kota Makkah yang setiap kali orang pergi ke sana, semakin bertambah keinginannya untuk kembali lagi ke tempat itu. Ini merupakan berkah dari doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim as, sebagaimana dituturkan dalam Al-Qur`an,

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Ibrahim: 37)

Selain keutamaan-keutamaan tersebut, Makkah mempunyai keistimewaan yang tidak kalah penting, antara lain; menjadi tempat munculnya Islam, tempat diturunkannya Al-Qur`an, tempat pertama kali wahyu turun, dan masih banyak lagi sejarah mulia terukir di kota yang penuh berkah ini.

(Dikutip dari buku “Keagungan Makkah dan Madinah; Panduan Tempat Bersejarah Bagi Jamaah Haji dan Umroh” karya Yasir Maqosid, Lc)